MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • MILITER INDO/
  • Ini 3 Program Strategis Panglima TNI yang Baru, Jenderal Agus Subiyanto
VIVA Militer: KSAD Jenderal TNI Agus Subiyanto saat berpamitan di Mabesad

Ini 3 Program Strategis Panglima TNI yang Baru, Jenderal Agus Subiyanto

Rabu, 22 November 2023 – 18:13 WIB

Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan, sebagai Panglima TNI yang baru dirinya akan melakukan tiga program strategis TNI di masa mendatang. Menurut Jenderal Agus, tiga program strategis tersebut muncul berdasarkan Perkembangan Lingkungan Strategis (Banglistra) yang saat ini dihadapi oleh Indonesia.

Baca Juga :

Densus 88 Ringkus 4 Terduga Teroris di Riau

“Yang pertama masalah OPM yang kedua bencana alam, kemudian yang ketiga kita menghadapi Pemilu 2024,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto usai pelaksanaan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Lapangan Upacara Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 22 November 2023.

Terkait dengan isu penanganan Kelompok Separatis Teroris (KST) OPM di Papua, lanjut Panglima TNI, dirinya akan menjalankan dua pola, yaitu Smart Power dan Hard Power.

Baca Juga :

Pekik "Merdeka" Yudo Margono di Depan Jenderal Agus Subiyanto Usai Sertijab Panglima TNI

Smart Power yang dimaksud Jenderal Agus adalah menyelesaikan persoalan di Papua dengan melakukan pendekatan soft power dengan mengedepankan operasi teritorial seperti yang saat ini sudah berjalan di Tanah Papua.

Kemudian, pola Hard Power, lanjut Panglima TNI, melakukan operasi dengan kekuatan personel bersenjata lengkap untuk menghadapi pergerakan kelompok kombatan OPM tersebut.

Baca Juga :

Resmi Jadi Panglima TNI ke-23, Yudo Serahkan Panji TNI Tiga Matra ke Jenderal Agus Subiyanto

“Karena mereka masih kombatan jadi tetap akan kita lawan dengan senjata. Tentunya pasukan kita yang sudah terlatih tadi yang sudah saya sampaikan di awal well-trained,” ujarnya.

Program kedua, kata Jenderal Agus, salah satu tugas Panglima TNI adalah membantu pemerintah dalam menangani bencana alam. Dia menambahkan, penanganan bencana alam bagi prajurit TNI merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang memang menjadi salah satu kewajiban prajurit TNI tiga matra.

Dengan demikian, kata Panglima TNI ke-23 itu, dirinya bertekad akan memodifikasi dan memodernisasi quick respon baik dari kemampuan prajurit maupun alutsista TNI yang akan diterjunkan dalam operasi penanganan bencana alam di Indonesia.

“Kalau (kemampuan) personel insya Allah, kita selalu terdepan. Hanya perlengkapannya yang harus kita tingkatkan,” kata Jenderal Agus Subiyanto. 

“Misalkan kita akan siapkan nanti per wilayah itu ada dapur lapangan. Ada dapur lapangan, ada water treatment. Kemudian kita buat juga perahu-perahu dari fiber. Sehingga dia kalau misalnya di Jakarta banjir, perahu-perahu fiber bisa masuk ke gang-gang itu. Kalau nyenggol-nyenggol pagar-pagar rumah itu tidak bocor. Jadi kita akan memodifikasi sehingga tujuannya dalam rangka membantu masyarakat bisa terwujud dengan baik,” tambahnya.

Kemudian, program strategis ketiga yang akan dipastikan berjalan oleh Panglima TNI dalam waktu dekat ini adalah terkait dengan pengamanan Pemilu 2024 serta memastikan netralitas prajurit TNI dalam pesta demokrasi mendatang.

“Kemarin dengan Pak Yudo kita sudah kickoff tentang netralitas dan membuat posko. Jadi nanti di tiap-tiap wilayah ada posko pengaduan. Kalau ada TNI yang tidak netral silakan diadukan ke posko tersebut. Di situ ada nomor telponnya dan sebagainya,” kata Panglima TNI.

Terakhir, mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tahun 2020-2021 itu pun mengimbau kepada seluruh prajurit TNI, baik TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU agar tetap memegang teguh Sapta Marga TNI dengan cara tidak terlibat dalam politik praktis pada Pemilu 2024 mendatang.

“Tentunya rekan-rekan sudah mengertilah, koridor kita adalah UU nomor 34 tahun 2004 tentang TNI di mana disitu pasal 39 kita tidak boleh berpolitik praktis, kemudian UU Pemilu Nomor 7 tahun 2017 apabila TNI aktif melakukan politik praktis akan ada tindakannya itu pidana dan teguran dari komandannya. Jadi kalau ada prajurit yang melanggar dapat dipenjara itu 1 tahun, kalau dengan denda sebesar Rp12 juta sesuai undang-undang tersebut,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya

Dengan demikian, kata Panglima TNI ke-23 itu, dirinya bertekad akan memodifikasi dan memodernisasi quick respon baik dari kemampuan prajurit maupun alutsista TNI yang akan diterjunkan dalam operasi penanganan bencana alam di Indonesia.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21